Senin, 24 Juni 2013

Respirasi


PROSES RESPIRASI
Respirasi terjadi pada seluruh sel yang hidup, khususnya di Mitokondria. Proses
ini bertujuan untuk membangkitkan energi kimia (ATP). ATP dibentuk dari
penggabungan ADP + Pi (fosfat anorganik) dengan bantuan pompa H+-ATP-ase, dalam
rantai transfer elektron yang terdapat pada membran mitokondria. Peristiwa aliran
elektron dan atau proton (H+) dalam rantai tranfer elektron pada dasarnya adalah
peristiwa Reduksi Oksidasi (Redoks).
Oleh sebab itu, pembentukan ATP yang digerakkan oleh energi hasil oksidasi dan
perbedaan proton antara ruang antar membran dengan membran sebelah dalam
mitokondria disebut fosfotilasi oksidatif. Teori pembentukan ATP oleh gradient proton
ini dicetuskan oleh Piter Mitchell yang dikenalkan dengan teori Chemiosmotik. Teori
ini mendapatkan hadiah nobel tahun 1987.
-
Gambar : Bagian-bagian mitokondria
Respirasi pada tumbuhan pada dasarnya sama dengan hewan, namun juga ada
kekhasannya. Proses respirasi pada dasarnya adalah proses pembongkaran zat makanan
sumber energi (umumnya glukosa) untuk memperoleh energi kimia berupa ATP. Namun
demikian, zat sumber energi tidak selalu siap dalam bentuk glukosa, melainkan masih
dalam bentuk cadangan makanan, yaitu berupa sukrosa atau amilum. Karena itu zat
tersebut harus terlebih dahulu di bongkar secara hidrolitik. Demikian pula bila zat cangan
makanan yang hendak dibongkar adalah lipida (lemak) atau protein. Proses
pembongkaran ( degradasi ) adalah sbb :
Sukrosa / Karbohidrase
Amilum Glukosa
Lipase
Lipida Gliserol + Asam lemak
Proteinase
Protein Asam – asam amino
Gambar : Kompartemantasi sistem enzim daur Krebs dalam mitokondria
Karbohidrase pemecah amilum terdiri dari beberapa macam enzim, di antaranya :
1) Fosforilase, memecah ujung-ujung rantai gula pada amilum, menghasilkan
glukosa-1-fosfat (G-1P). Proses pemecahan ini disebut fosforolisis
2) Amilase, enzim pemecah rantai gula dalam amilum, menghasilkan potongan –
potongan rantai gula yang terdiri dari 2 unit glukosa, disebut maltosa.
3) Enzim pemotong percabangan rantai gula
4) Transglukosilase, enzim pemindah sisa rantai cabang ke bagian rantai gula yang
lain, dan membentuknya menjadi rantai yang lurus (linier)
5) Maltase, pemotong gula maltosa (disakarida) menjadi unit-unit glukosa
penyusunnya.
Setelah tersedia glukosa di dalam sel, selanjutnya glukosa siap dibongkar. Pembongkaran
terjadi dalam beberapa tahap, tergantung ketersediaan O2. Tahapan pembongkaran dalam
keadaan O2 cukup (aerobik) adalah seperti pada gambar berikut :
Tahapan :
I : Pembongkaran glukosa �� asam
piruvat. Tahapan ini disebut
Glikolisis. Jalur pembongkaran ini
disebut jalur EMP atau jalus pusat.
Hal ini terjadi di sitosol atau di
matrik plastida (khusus pd
tumbuhan).
II : Dekarboksilasi – Oksidasi asam
Piruvar (senyawa 3-C) as. Acetil-
CoA (2-C). Proses ini berlangsung di
matrik mitokondria
III: Perombakan sempurna Acetil-CoA
dalam daun TCA (daur asam tri
karboksilat) atau daur
Krebs. Peristiwa ini terjadi di matrik
mitokondria.
IV : Oksidasi – reduksi dalam rantai
transfer electron pada membran
mitokondria.
Pada

Fotosintesis


FOTOSINTESIS
A.   Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses penyusunan zat organik (glukosa) dan zat anorganik (karbon dioksida dan air) yang dilakukan oleh klorofil dengan bantuan energi cahaya.
B. Proses Fotosintesis
Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dan gangang disebut juga proses fotosintesis.Proses ini terjadi pada tumbuhan berhijau daun karena pada daun tumbuhan tersebut terdapat zat hijau daun (klorofil). Disamping air (H2O) dan karbon dioksida (CO2), fotosintesis juga membutuhkan cahaya, terutama cahaya matahari. Hasil fotosintesis berupa glukosa dan oksigen
C. Tempat Fotosintesis pada Daun
http://3.bp.blogspot.com/-RkqCDng273Q/TixMF37LLJI/AAAAAAAAAe0/d2MxL20KZh4/s320/anatomi-daun.png
Penampang Daun
Fotosintesis berlangsung pada jaringan palisade dan jaringan spon karena dibagian ini mengandung klorofil. Gas CO2 masuk kedalam daun melalui mulut daun atau stomata, sedangkan air diangkut dari dalam tanah melalui akar, di dalam akar terdapat jaringan xilem (pembuluh kayu) yang berfungsi mengangkut air dari akar sampai kedaun. Hasil fotosintesis disebarkan keseluruh tubuh tumbuhan melalui Floem (pembuluh tapis).

Proses Fotosintesis Tumbuhan Hijau

http://1.bp.blogspot.com/-87bsPeXowlA/TixEP7Rt04I/AAAAAAAAAes/lZxxkV1hmQA/s320/Fotosintesis+pada+Tumbuhan+Hijau.jpg


Klorofil berfungsi untuk Fotosintesis

Pada proses fotosintesis, energi dihasilkan dari cahaya matahari yang diserap oleh klorofil. Energi tersebut digunakan untuk memecah molekul air menjadi oksigen dan hidrogen.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis



http://3.bp.blogspot.com/-pwaOe3UkeqM/TixEg4BXkUI/AAAAAAAAAew/IgsgfSBZTVg/s320/Reaksi+Kimia+Fotosintesis.gif











Rabu, 19 Juni 2013

Materi IPA SD





Soal Materi IPA Kelas 4 Semester 1


1. Berikut ini bagian rangka yang tidak termasuk pada pembagian rangka manusia secara garis besar.
a. tulang-tulang rangka kepala
b. tulang-tulang rangka badan
c. tulang-tulang rangka bahu
d. tulang-tulang rangka anggota gerak
2.Tulang rangka yang berfungsi melindungi jantung dan paru-paru adalah ….
a. tulang tengkorak
b. tulang rusuk dan dada
c. tulang panggul
d. tulang tungkai
3. Bagian telinga yang berfungsi menangkap dan mengumpulkan suara adalah ….
a. daun telinga
b. gendang telinga
c. tulang-tulang telinga
d. rumah siput
4. Berikut ini, bagian yang berfungsi sebagai penyerap air dan mineral ialah ….
a. batang              c. akar
b. daun                d. buah
5. Pada pohon bakau, akar dapat berfungsi sebagai ….
a. penyerap oksigen di udara
b. cadangan makanan
c. tempat fotosintesis
d. calon tumbuhan baru
6. Tumbuhan yang memiliki akar serabut ialah ….
a. kacang-kacangan
b. pohon kelapa
c. pohon mangga
d. pohon jeruk
7. Berikut ini bahan makanan yang bersumber dari hewan ialah ….
a. buah           c. daun
b. daging       d. batang
8. Contoh hewan yang memakan pucuk bambu ialah ….
a. kambing      c. kuda
b. monyet       d. panda
9. Hewan-hewan pemakan tumbuhan disebut juga ….
a. herbivor    c. omnivor
b. karnivor    d. insektivor
10. Ekor katak mengalami penyusutan pada tahap ….
a. berudu
b. dewasa
c. bertelur
d. menetas dari telurnya
11. Ayam berkembang biak dengan cara ….
a. bertelur dan melahirkan anak
b. semuanya benar
c. melahirkan anak
d. bertelur
12. Simbiosis komensalisme adalah hubungan ….
a. dua makhluk hidup yang saling menguntungkan
b. dua makhluk hidup yang satu diuntungkan dan yang lain dirugikan
c. dua makhluk hidup yang satudiuntungkan, semen tara yang lain tidak diuntungkan dan tidak dirugikan
d. dua makhluk hidup yang saling merugikan
13. Berikut ini contoh simbiosis mutualisme ….
a. hubungan antara tumbuhan anggrek dan pohon
b. hubungan antara lebah dan bunga
c. hubungan antara tumbuhan tali putri dan tumbuhan pagar
d. hubungan antara manusia dan cacing perut
14. Berikut ini yang bukan merupakan wujud benda adalah ….
a. cair     c. air
b. gas    d. padat

15. Berikut ini adalah hal yang bukan merupakan sifat benda cair adalah ….
a. bening
b. sesuai dengan wadahnya
c. mengalir ke tempat rendah
d. permukaannya selalu datar

IPA Kelas IV

Daur Hidup Mahluk Hidup | Metamorfosis | IPA Kelas 4 SD

Berikut adalah pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) untuk kelas 4 SD tentang daur hidup berbagai jenis mahluk hidup, metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Materi ini kelanjutan dari pelajaran ipa sd kelas IV sebelumnya tentang penggolongan jenis hewan berdasarkan makanannya.
A. Daur Hidup Hewan
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, ada mahluk hidup yang tidak mengalami perubahan wujud, ada pula yang mengalami perubahan wujud. Perubahan wujud mahluk hidup dalam pertumbuhan dan perkembangannya disebut metamorfosis.
Metamorfosis dibedakan menjadi dua sebagai berikut :
  1. Metamorfosis sempurna, artinya bentuk sebelum dewasa dan sesudah dewasa berbeda. Misalnya kupu-kupu, lalat, nyamuk dan katak.
  2. Metamorfosis tidak sempurna, artinya bentuk sebelum dewasa dan sesudah dewasa sama. Misalnya belalang, laron, da pianggang.
a. Daur Hidup Kupu-kupu
daur hidup kupu-kupu | metamorfosis kupu-kupu
Daur hidup kupu-kupu | Metamorfosis pada kupu-kupu
  • Kupu-kupu bertelur. Kupu-kupu sering bertelur di daun atau kulit pohon.
  • Telur kupu-kupu menetas menjadi ulat. Selama menjadi ulat, kerjanya hanya makan daun-daunan.
  • Ulat kemudian berubah menjadi kepompong. Kepompong merupakan masa diam, yaitu tidak makan dan tidak bergerak.
  • Akhinya kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu dapat membantu penyerbukan pada bunga.
Jadi daur hidup kupu-kupu dapat ditulis sebagai berikut :
Telur - ulat - kepompong - kupu-kupu.
b. Daur Hidup Nyamuk
daur hidup nyamuk | metamorfosis nyamuk
Daur Hidup Nyamuk
  •  Nyamuk bertelur. Nyamuk bertelur di permukaan air yang menggenang.
  • Telur nyamuk menetas menjadi jentik-jentik atau tempayak.
  • Jentik-jentik kemudian berubah menjadi kepompong
  • Akhirnya kepompong akan berubah menjadi nyamuk
Jadi daur hidup nyamuk dapat ditulis sebagai berikut :
Telur - jentik-jentik - kemponpong - nyamuk.
c. Daur Hidup Katak
  • Katak. Katak bertelur di permukaan air yang menggenang.
  • Katak berubah menjadi kecebong (berudu)
  • Katak berubah menjadi katak muda. Katak muda ini masih mempunyai ekor.
  • Katak muda akhirnya akan menjadi katak dewasa.
 Jadi daur hidup katak dapat ditulis sebagai berikut :
Telur - berudu - katak muda - katak dewasa
Dalam daur hidupnya katak hidup di dua alam, yaitu di air dan di darat. Oleh karena itu katak disebut sebagai hewan amphibi.
d. Daur Hidup Kucing
Kucing merupakan salah satu hewan dalam pertumbuhan dan perkembangannya tidak mengalami perubahan wujud. Kucing berkembang biak dengan cara beranak. Bayo kucing yang dilahirkan wujudnya sama dengan wujud induknya. Yang berbeda adalah ukurannya. Ketika lahir, bentuk bayi kucing masih kecil. Lama-kelamaan bayi kucing tumbuh menjadi kucing kecil yang lincah. Akhirnya kucing kecil tumbuh menjadi kucing dewasa.
B. Kepedulian Terhadap Hewan Piaraan
Ada hubungan antara manusia dan hewan. Manusia bergantung kepada hewan, karena manusia memerlukan makanan yan berasal dari hewan. Begitu pula kehidupan hewan sangat bergantung pada pemeliharaan manusia. Oleh karena itu, agar hewan memberikan manfaat yang baik kepada manusia, maka manusia harus memperlakukan hewan dengan baik pula.
Kucing merupakan hewan piaraan. Kucing tidak diambil dagingnya untuk dimakan, tetapi sebagai hewan kesayangan. Kucing yang cantik dan lucu sangat disenangi oleh anak-anak. Karena itu kucing harus dipelihara dengan baik. Tiap hari diberi makan dan minum. Makanan yang baik akan menyebabkan kucing tumbuh dengan sehat. Sekali waktu kucing perlu dimandikan dengan sabun, agar bulunya bersih dan sehat.
Ikan merupakan hewan yang bermanfaat bagi manusia. Dagingnya diambil sebagai sumber bahan makanan. Ika dipelihara di tambak atau di kolam. Tiap hari ikan diberi makan. Kolam dibersihkan dari kotoran. Ikan-ikan yang besar dapat diambil, ikan yang masih kecil dilepas dibiarkan tumbuh dan berkembang biak.
Sapi yang dipelihara harus dibuatkan kandang, diberi makan rumput yang segar dan dimandikan. Sapi dipelihara dengan baik akan cepat gemuk. Sapi yang gemuk merupakan persediaan makanan yang bagus bagi manusia. 
Ayam yang dipelihara harus dibuatkan kandang pula. Diberikan makanan yang bervitamin. Ayam akan cepat gemuk dan banyak bertelur. Daging ayam dan telur merupakan bahan makanan yang bagus bagi manusia.

Makhluk Hidup

MAKHLUK HIDUP dan KEHIDUPANNYA

Semua makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup lain makhluk hidup juga membutuhkan lingkungan sebagai tempat tinggal. Manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan lain sebagai sumber makanan. Manusi membutuhkan tempat tinggal, maka digunakanlah pasir, batu, papan, dan besi untuk membangun rumah. Nah, berarti manusia memiliki ketergantungan pada makhluk hidup lain dan lingkungannya.

A. HUBUNGAN ANTARMAKHLUK HIDUP
Jika kamu berada di alam terbuka, amati lingkungan sekitar dengan saksama. Perhatikan berbagai makhluk hidup yang ada di kebun sekolah, danau, kolam ikan, atau sawah. Disana, kamu makhluk hidup yang ada saling berhubungan. Kupu-kupu hinggap di bunga. Semut bergerombol di pohon jambu air. Burung pipit mematuk padi di sawah. Bebek berenang mencari makan.
            Tahukah kamu bahwa hubungan antarmakhluk hidup sangat penting? Setiap makhluk hidup bergantung pada makhluk hidup lain. Tidak ada satu makhluk hidup pun yang dapat hidup sendiri. Kupu-kupu tidak mendapat makanan jika tidak ada bunga.  Tumbuhan berbunga tidak berkembang biak dengan baik apabila tidak ada kupu-kupu. Semua makhluk hidup saling membutuhkan.
Hubungan erat yang khas antara 2 jenis makhluk hidup yang hidup bersama disebut simbiosis. Ada beberapa jenis simbiosis yang diuraikan sebagai berikut.
1. Simbiosis Mutualisme
Simbiosis mutualisme adalah hubungan yang menguntungkan kedua belah pihak. Contohnya adalah hubungan antara kupu-kupu dan tanaman berbunga, serta hubungan antara kerbau dan burung jalak.
Hubungan antara kupu-kupu dan tanaman berbunga mudah kamu amati. Demikian juga hubungan yang terjadi antara lebah dan bunga. Kupu-kupu memerlukan bunga karena bunga menyediakan nektar sebagai makanannya. Bunga membutuhkan kupu-kupu karena gerakan bagian tubuh kupu-kupu dapat mengakibatkan jatuhnya serbuk sari ke atas kepala putik. Serbuk sari adalah alat kelamin jantan pada bunga, sedangkan putik merupakan alat kelamin betina pada bunga. Pertemuan antara serbuk sari dan putik menyebabkan terjadinya penyerbukan. Denagn penyerbukan, tumbuhan berbunga dapat berkembang biak. Hubungan antara kerbau dan burung jalak memberi keuntungan kepada kedua belah pihak. Burung beruntung karena dapat memakan kutu dan lalat yang ada di tubuh kerbau. Kerbau beruntung karena terbebas dari gangguan kutu dan lalat.

2. Simbiosis komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah hubungan yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan dan tidak dirugikan.
Contohnya adalah hubungan antara anemon laut denagn ikan badut, hubungan antara ikan hiu dan ikan remora, serta hubungan antara tumbuhan paku dengan pohon besar.
Hubungan antara anemon laut dan ikan badut terjadi di laut. Anemon laut adalah hewan laut yang tampak seperti tumbuhan bercabang banyak. Ikan badut memanfaatkan anemon laut sebagai tempat persembunyian. Ikan badut dapat segera bersembunyi diantara tubuh anemon laut saat menhindari musuhnya. Ikan badut beruntung karena selamat dari kejaran musuh, sedangkan anemon laut tidak diuntungkan dan tidak dirugikan.
Hubungan antara ikan remora dan hiu juga terjadi di laut. Makanan ikan hiu adalah hewan laut lain. Nah, ikan remora ikan remora memakan sisa-sisa makanan yang jatuh. Jadi ikan remora beruntung karena mendapat makanan. Sedangkan ikan hiu tidak mengalami kerugian atau keuntungan.
Hubungan antara paku dan anggrek denga pohon besar banyak terjadi di dalam hutan. Di hutan, berbagai jenis tumbuhan paku dan anggrek hidup menempel di batang pohon. Tumbuhan ini dapat membuat sendiri makanan. Tumbuhan paku dan anggrek hanya membutuhkan tempat tinggi agar mudah memperoleh cahaya matahari. Oleh karena itu, tumbuhan paku dan anggrek beruntung karena dapat menempel di batang pohon. Sementara itu, pohon yang ditumpangi tidak rugi dan tidak untung.

3. Simbiosis Parasitisme
Simbiosis parasitisme adalah hubungan yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain dirugikan. Contohnya adalah kutu yang hidup di tubuh hewan atau bunga raflesia yang hidup di tubuh inangnya.
Hubungan antara kutu dan hewan selalu merugikan hewan yang dihinggapi kutu. Hampir semua hewan yang berambut dapat dihinggapi kutu, misalnya, kucing, anjing, dan kerbau. Hewan berbulu juga mudah dihinggapi kutu, misalnya ayam dan berbagai jenis burung. Kutu-kutu itu menghisap darah dari tubuh hewan yang dihinggapinya. Kutu beruntung karena memperoleh makanan, sedangkan hewan yang dihinggapinya merugi.
Hewan merasa gataldi kulit dan pertumbuhannya tidak sehat.
Hubungan bunga rafflesia dan tumbuhan inangnya uga hanya menguntungkan bunga rafflesia, sedangkan tumbuhan inangnya merugi.. bunga rafflesia menghisap makanan yang dibuat tumbuhan inangnya. Akibatnya, bunga rafflesia tumbuh subur, sedangkan tumbuhan inangnya lama-kelamaannakan mati. Selain bunga rafflesia, tumbuhan yang hidup parasit adalah benalu dan tali putri.

B. HUBUNGAN MAKLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM
Sekarang, kamu belajar tentang hubungan makhluk hidup dan lingkungannya. Dengan menyadari adanya saling ketergantungan antara makhluk hidup dan lingkungannya, kamu akan lebih mengharagai semua ciptaan Tuhan itu.
Di semua tempat terjadi hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Di sawah, kolam, kebun, sungai, danau, dan laut, berbagai makhluk hidup tinggal bersama. Tempat berlangsungnya hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dan lingkungannya disebut ekosistem. Sawah, kolam, kebun, sungai, danau, dan laut adalah bentuk ekosistem.
Ekosistem dibedakan atas 2 bentuk , yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alam  meliputi  antara lain hutan, sungai, danau, laut, padang pasir, dan kutub. Ekosistem buatan meliputi antara lain sawah, ladang, kebun, kolam, dan akuarium.
Setiap ekosistem memili beberapa anggota, baik makhluk hidup maupun benda tidak hidup. Makhluk hidup yang berhubungan dengan makhluk lain disebut komunitas. Jadi, komunitas adalah kelompok makhluk hidup berbeda yang tinggal bersama dalam suatu lingkungan tertentu. Misalnya, komunitas di ekosistem terdiri dari harimau, monyet, ular, dan pohon jati.
Mari kita pelajari beberapa ekosistem yang lebih mendalam.

1. Ekosistem Hutan
Hutan merupakn ekosistem alam yang terbesar di darat. Anggota ekosistem hutan sangat beraneka ragam dan banyak sekali. Di hutan, tumbuh berbagai jenis tumbuhan mulai dari yang kecil hingga besar. Ada rumput, rotan, jati, dan pohon buah-buahan. Begitu pula, berbagai hewan tinggal disana. Ada ular, monyet, harimau, burung, semut, dan jangkrik. Benga tidak hidup yang ada di hutan antara lain tanah, air, dan batu. Jadi, anggota ekosistem hutan antara lain monyet, harimau, rotan, pohon jati, tanah dan batu.

2. Ekosistem Sawah
Sawah merupakan  ekosistem buatan manusia. Anggota ekosistem sawah tidak terlalu banyak. Kehadiran anggota ekosistem ini diawasi manusia. Anggota yang merugikan anggota utama, pasti dibasmi. Anggota utama ekosistem sawah adalah  padi. Padi diperkembangbiakan sebanyak dan sebaik mungkin. Sebaliknya, rumput liar dan belalang dibasmi. Benda tidak hidup yang ada di sawah adalah tanah dan air. Anggota ekosistem sawah antara lain padi, rumput, belalang, burung pipit, tanah, dan air

3. Ekosistem Kolam Hias
Di taman yang luas, biasanya terdapat kolam hias. Ada kolam yang kecil, adapula kolam yang besar. Adakah kolam hias di rumahmu? Anggota kolam beraneka ragam.  Jenis dan jumlah anggota kolam ditentukan pula oleh manusia. Oleh karena itu, kolam hias termasuk ekosistem buatan. Anggota kolam hias antara lain ikan mas, katak, teratai, eceng gondok, air, batu, dan patung.

4. Ekosistem Kebun
Kebun termasuk ekosistem buatan. Anggota ekosistem kebun lebih banyak daripada ekosistem sawah. Anggota ekosistem kebun antara lain pohon nangka, pohon rambutan, cabai rawit, singkong, ulat bulu, kadal, jangkrik, dan pagar kayu. Tentu saja, anggota ekosistem kebun di sekolahmuberbeda dengan anggota ekosistem kebun yang lain.
C. RANTAI MAKANAN
Tidak ada satu pun makhluk hidup yang dapat hidup sendiri. Di antara berbagai makhluk hidup terdapat saling ketergantungan. Ketergantungan makhluk hidup pada makhluk hidup lain, umumnya dalam hal makan-memakan. Misalnya, tikus makan biji padi. Oleh karena itu, tikus bergantung pada padi. Ular sawah makan tikus. Oleh karena itu, ular sawah bergantung pada tikus.
Tikus dan ular sawah tidak dapat membuat makanannya sendiri. Hewan-hewan ini memakan makanan yang ada di lingkungannya. Oleh karena itu, hewan disebut konsumen atau pemakai. Sementara itu, padi dapat membuat makanan sendiri. Bahkan, padi menyediakan makanan bagi makhluk hidup lain, misalnya untuk tikus. Oleh kerena itu, padi dan semua tumbuhan hijau disebut produsen atau penghasil.
Hewan yang memakan produsen (tumbuhan) disebut konsumen tingkat I. Hewan yang memakan konsumen tingkat I disebut konsumen tingkat II. Hewan yang memakan konsumen tingkat II disebut konsumen tingkat III. Ekosistem biasanya memiliki hingga konsumen tingkat IV, atau disebut konsumen puncak, karena tidak dapat lagi dimakan  oleh hewan lain. Misalnya elang.


Pada gambar di atas, padi dimakan belalang. Belalang dimakan ayam. Ayam dimakan ular, dan ular dimakan elang. Perjalanan makan memakan seperti ini membentuk suatu rantai sehingga disebut rantai makanan.





D. PENGARUH PERUBAHAN LINGKUNGAN
Rantai makanan tidak akan terputus selama semua mata rantai makanan tersedia. Artinya, rantai makanan di sawah akan terus terbentuk jika ada padi, tikus, dan ular sawah. Jika tidak ada padi, maka tikus akan kelaparan. Akhirnya, banyak tikus yang mati. Jika tidak ada tikus, maka ular sawah juga kelaparan. Keadaan menjadi gawat jika ular sawah mencari mangsa lain, misalnya anak itik atau anak ayam peliharaan pendududk.      Jadi, setiap perubahan lingkungan berpengaruh terhadap berlangsungnya kehidupan.
Berbagai hal menyebabkan lingkungan berubah, misalnya adanya pencemaran, kebakaran hutan, dan penebangan pohon.
1. Pencemaran
Pencemaran atau polusi dapat merusak tanah, air, dan udara. Pencemaran tanah dapat pencemaran tanah pasti menjadikan tanah tidak subur. Akibatnya, tanah tidak dapat ditanami. Pencemaran air merusak kehidupan air. Tumbuhan dan ikan yang hidup di air akan mati keracnan. Pencemaran uudara menimbulkan penyakit saluran pernapasan.
Pencemaran sungai tidak hanya menyebabkan pemandangan yang buruk, tetapi dampak yang lebih buruk lagi adalah rusaknya kehidupan di dalamnya. Air sungai yang keruh bahakan pekat, tidak memungkinkantumbuhan dan ikan untuk hidup. Mengapa bisa begitu? Air yang amat keruh tidak dapat ditembus cahaya matahari, padahal cahaya matahari diperlukan untuk melakukan fotosintesis. Jika tidak tumbuhan, ikan pun tidak dapat hidup. Kamu telah megetahui bahwa hewan bergantung pada tumbuhan. Jika tidak ada tumbuhan dan ikan, kebutuhan manusia pada sumber makanan  dari ikan air tawar pun tidak akan tercukupi.



2. Penebangan dan Kebakaran Hutan
Bagi manusia, hutan mempunyai peran yang sangat penting. Dari hutan, manusia mendapat kayu untuk membuat rumahdan berbagai furnitur. Hutan juga menyimpan persediaan air tanah yang amat besar. Pepohonan di hutan melindungi permukaan bumi dari banjir dan tanah longsor. Mengapa? Akar-akar pepohonan dapat menahan air di dalam tanah. Pepohonan dapat melindungi  tanah dari terjangan air tanah.
Akan tetapi, keserakahan manusia dapat mengubah segalanya. Karena ingin membuka lahan bagi industri atau perusahaannya, segelintir orang melakukan penebangan pohon dan membabat semak belukar. Untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaannya, mereka melakukan pembakaran. Namun demikian, sering kali pembakaran itu menjadi tidak terkendali. Akibatnya, terjadilah kebakaran hutan.
Kebakaran hutan merusak keseimbangan lingkungan.  Berbagai hewan dan tumbuhan mati terbakar. Asap pun mengepul ke segala penjuru mengakibatkan pencemaran udara. Asap mengakibatkan kegiatan manusia terganggu. Asap menimbulkan penyakit saluran pernapasan membuat manusia menderita.
Setelah kebakaran selesai, hutan menjadi gundul. Hutan yang gundul mengakibat tanah longsor dan banjir.
Wah, ternyata penebangan dan kebakaran hutan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah. Oleh karena itu, berbagai cara harus dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan. Terkadang, kebakaran hutan terjadi karena hal-hal yang tidak disengaja, misalnya karena musim kemarau yang berkepanjangan. Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, departemen kehutanan mengaktifkan polisi hutan untuk melakukan penanganan keadaan darurat. Polisi hutan juga berusaha mencegah terjadinya penebangan dan perburuan liar, serta pencurian kayu.
 




Gaya

Gaya Dapat Mengubah Gerak Suatu Benda

1. Pengertian Gaya dan Satuannya

Gerakan menarik atau mendorong itu dalam IPA disebut gaya. Jadi gaya dapat menyebabkan benda bergerak atau berubah bentuk. Gaya tidak dapat dilihat tetapi pengaruhnya dapat dirasakan. Gaya tidak sama dengan tenaga (energi) meskipun keduanya saling berhubungan. Gaya juga dilakukan hewan atau mesin, misalnya sapi menarik gerobak dan lokomotif kereta api menarik rangkaian gerbong. Satuan gaya adalah newton.

2. Macam-macam Gaya

Gaya dapat dibagi menjadi beberapa macam, antara lain: Gaya otot, yaitu gaya yang dihasilkan oleh otot, misalnya tangan meremas benda. Gaya pegas, yaitu gaya yang dihasilkan oleh pegas, misalnya anak panah meluncur karena adanya pegas busur panah. Gaya magnet, yaitu gaya yang dihasilkan oleh magnet, misalnya dinamo sepeda. Gaya gesek, yaitu gaya karena adanya gesekan dua benda, misalnya ban kendaraan bergesekan dengan permukaan jalan. Gaya gravitasi, yaitu gaya tarik bumi, misalnya buku yang jatuh ke lantai.
3. Pengaruh Gaya terhadap Gerak Suatu Benda

Gaya dapat mengubah gerak suatu benda. Suatu benda dikatakan bergerak bila benda tersebut berubah posisi atau berubah tempatnya terhadap suatu titik acuan. Benda yang mula-mula diam bisa berubah menjadi bergerak setelah mendapatkan gaya. Benda yang sedang bergerak apabila mendapatkan gaya dapat mengakibatkan perubahan arah gerak benda.

IPS SD kELAS V

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
KELAS 5 SEMESTER 2
PERJUANGAN PARA TOKOH DAERAH DALAM MELAWAN PENJAJAH
A. PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA
1. Jatuhnya Daerah-Daerah di Wilayah Nusantara ke dalam Kekuasaan  
    Pemerintah Belanda
            Sebelum dijajah bangsa asing , Indonesia terdiri atas beberapa kerajaan yang merdeka. Diantara kerajaan-kerajaan itu ada yang kekuasaannya meliputi seluruh Nusantara , seperti kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
            Kekayaan hasil alam Indonesia berupa rempah-rempah menarik bangsa asing untuk datang ke Indonesia. Seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang.
Portugis merupakan bangsa asing yang pertama masuk ke Indonesia . Mereka mendarat di kepulauan Maluku yang kaya rempah-rempah pada tahun 1511 dan akhirnya menguasai perdagangan di Pulau tersebut. Tak lama kemudian Bangsa Spanyol juga datang ke Maluku pada tahun 1521.
            Tahun 1596 , Belanda datang ke Indonesia , dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Mendarat di Kepulauan Banten, Jawa Barat. Mereka ingin menguasai perdagangan di tanah air kita. Kemudian Belanda mendirikan perkumpulan dagang yang disebut VOC ( Vereenigde Oost Indische Compagnie ) atau Perserikatan Dagang Hindia Timur.
Dari Banten, Belanda terus berusaha untuk meluaskan kekuasaannya sehingga berhasil menguasai Nusantara. Dengan cara menghasut dan memfitnah , bangsa Belanda dengan mudah berhasil mewujudkan keinginannya untuk menguasai wilayah Nusantara. Politik adu domba dijalankan oleh Belanda dengan memanfaatkan para raja dan pembantu dekat raja , sehingga terjadi konflik diantara mereka. Mereka juga tergiur dengan iming-iming harta dari kaum penjajah, tanpa menyadari bahwa kedatangan mereka tersebut akan menyengsarakan rakyatnya.
            2. Sistem Kerja Paksa dan Penarikan Pajak Yang Memberatkan Rakyat
            Kerja paksa pada masa penjajahan Belanda disebut Kerja Rodi. Rakyat Indonesia dipaksa bekerja Untuk membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan tanpa mendapatkan upah. Proyek pembangunan jalan sepanjang 1000 km yang terbentang dari ujung Jawa Barat sampai Jawa Timur itu dipimpin oleh seorang Jendral Belanda yang bernama Daendels. Itulah sebab mengapa jalan tersebut di sebut dengan Jalan Daendels. Selama pembangunan jalan, banyak korban yang mati karena kelaparan , kehausan, atau karena dicambuk. Selain itu masih banyak kerja paksa yang dilakukan oleh Belanda, seperti membangun jembatan, menebang kayu dan pembuatan tempat-tempat pertahanan yang semuanya itu adalah untuk kepentingan penjajahan Belanda.
Disamping kewajiban kerja paksa, penjajah Belanda juga menerapkan sistem tanam paksa yang diciptakan oleh Van Den Bosch. Dalam sistem ini rakyat harus menyediakan sebagian tanahnya untuk ditanami tanaman-tanaman yang laku dijual di Eropa, seperti kopi, tembakau, tebu, dan lain-lain. Hasil tanaman ini harus diserahkan kepada pemerintahan Belanda untuk dibeli dengan harga yang telah ditetapkan. Tanah yang digunakan untuk tanam paksa dibebaskan dari pajak tanah. Bagi mereka yang tidak mempunyai tanah harus bekerja di kebun perusahaan pemerintah selama 65 hari tiap tahunnya. Karena ketidakadilan ini, sistem tanam paksa banyak mendapat kecaman dari bangsa Belanda itu sendiri.Salah satu kecaman ini datang adri Eduard Douwes Dekker, yang terkenal dengan nama samaran Multatuli. Pada tahun 1860 ia menulis buku yang berjudul “ Max Havelaar “ yang berisi lukisan penderitaan rakyat pada waktu itu.
Penjajah juga selalu berusaha memaksakan monopoli dagangnya dimana-mana dengan berbagai cara. Para pedagang Indonesia dilarang mengadakan hubungan dagang dengan bangsa lain selain Belanda.
3. Perjuangan Para Tokoh Daerah Untuk Mengusir Penjajah
A. Perjuangan Sultan Agung
            Adalah raja mataram yang paling terkenal. Untuk mengusir belanda, Sultan Agung mengerahkan 10.000 prajurit ke Batavia, namun serangan ini gagal. Sebab, Belanda mendapat bantuan dari daerah lain.
            Belajar dari kegagalan yang pertama , tahun 1629 Sultan Agung menyerang lagi, namun serangan ini pun mengalami kegagalan, karena belanda membakar gudang-gudang beras persediaan bahan makanan bagi prajurit mataram. Akibatnya prajurit mataram kekurangan bahan makanan dan terjangkit berbagai macam penyakit.
Walaupun telah 2 kali mengalami kegagalan , Sultan Agung telah menujukan kepada Belanda bahwa bangsa Indonesia tidak mau dijajah. Beliau berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara.
B. Perjuangan Pattimura
            Pattimura adalah pahlawan dari Maluku. Belannda menguras semua hasil alam yang dimiliki Kepulauan Maluku, seperti Rempah-rempah, akibatnya rakyat hidup sengsara dan menderita. Melihat hal itu Pattimura bangkit memimpin rakyat Maluku untuk mengusir Belanda. Pasukan Pattimura berhasil merebut benteng Duursted pada tanggal 16 Mei 1817. Dalam peristiwa ini menewaskan Residen Van Den Berg dan sebagai balasan atas kekalahannya ,Belanda mendatangkan bala bantuan yang lebih banyak dan dengan senjata lengkap untuk merebut benteng itu kembali.
Pattimura pantang menyerah dan tidak takut terhadap Belanda. Dengan bantuan seorang pahlawan putri yang bernama Kristina Matra Tiahahu, pattimura bersama rakyat berjuang terus untuk mengusir Belanda. Namun pattimura berhasil ditangkap oleh Belanda dan kemudian dibujuk untuk bekerjasama , namun ditolak dengan tegas. Akibat penolakan ini, Belanda memutuskan untuk menghukum gantung pattimura dan pattimurapun berkata dengan lantang : “ Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi pattimura-pattimura muda akan bangkit.”
C. Perjuangan Untung Suropati
            Wilayahnya dari Jawa Tengah sampai Jawa Timur. Perlawanan Untung Suropati dipicu oleh ketidak adilan dan penghianatan bangsa Belanda terhadap Bangsanya. Perlawanannya dimulai tahun 1686 di Jawa Barat, kemudian diteruskan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di jawa Tengah Untung Suropati mendapat bantuan dari Sunan Amangkurat II . Dikartasura, Untung suropati berhasil mengusir pasukan Belanda dan membunuh pimpinannya Kapten Tack. Setelah sebagian daerah Jawa Timur berhasil dikuasai, Untung Suropati kemudian mengangkat dirinya sebagai adipati Wiranegara. Pusat pemerintahannya di Bangil, Jawa Timur. Kedudukan Untung Suropati semakin kuat setelah Amangkurat III menggabungkan diri.
Tahun1706 dibantu pasukan Mataram, Belanda menyerang Bangil . Kota Bangil di pertahankan mati-matian, hingga banyak menimbulkan korban dari kedua belah pihak, termasuk Untung Suropati.
D. Perjuangan pangerandiponegoro
            Dengan segala siasat, belanda berhasil menanamkan pengaruhnya di kerajaan Mataram. Rakyat ditindas dengan beban berat seperti kerja rodi dan diberlakukannya bermacam-macam pajak. Kerajaan Mataram pun dipecah menjadi 4 kerajaan kecil yaitu Surakarta, Jogjakarta, Mangkunegara, dan Paku alaman. Cara hidup sebagian bangsawan Mataram sangat dipengaruhi oleh Belanda, sehingga menyimpang dari norma ajaran Islam.
            Melihat keadaan itu Rden Mas Ontowiryo(Pangeran Diponegoro) dari kasultanan Yogyakarta berkeinginan mengusir Belanda. Perang dimulaisetelah Belanda membuat jalan melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro. Berlangsung tahun 1825-1830 dengan pusat pertahanan di Selarong. Pimpinan yang membantu pangeran Diponegoro dalam perang ini adalah pangeran Mangkubumi, Kiai Mojo, dan Sentot Pawirodirjo. Diponegoro menggunakan siasat perang gerilya. Siasat ini berhasil. Perang kemudian meluas kedaerah Banyumas, Kedu, Surakarta, Semarang, Demak, Grobogan, Rembang, dan Madiun.
Karena kualahan, Jendral De Kock melakukan suatu tipu muslihat denan cara menyerah. Belanda menyusun strategi untuk berpura-pura ingin melakukan perundingan untuk menangkap Pangeran Diponegoro. Perundingan dilaksanakan di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Menado yang kemudian dipindahkan ke Makasar sampai wafatnya tahun 1855.